Jumat, 10 Desember 2021

Habib Umar Al Hamid : Demo Tindakan Akhir Bila Pemerintah Tak Amanah

JAKARTA (Parahyangan Post) -
Penyampaian pendapat melalui demontrasi merupakan tindakan akhir bila pemerintahan tak amanah. Demikian di ungkapkan Habib
  Umar Al Hamid sebagai fasilitator  silaturahmi dan ramah tamah  secara virtual  bertema  "Rakyat  Berdaulat Menolak Presidensial Threshold"   yang  diselenggarakan oleh Aliansi Kekuatan Rakyat Berdaulat (AKRAB), Rabu (01/12/2021) di Jakarta. 

Silaturahmi dan ramah tamah yang disertai diskusi tersebut menghadirkan narasumber dan panelis, La Nyala M.Matalitti (Ketua DPD RI), Tamsil Linrung (DPD RI), Prof Dr Eggi Sudjana (Pengacara), Dr.Fuad Bawazier (Mantan Dirjen Pajak), Roudh Bahar (Alumni 212), Eko S (Ketua Partai Perkasa), Hendrajit, Saurip Kadi (Purnwirawan TNI), Dr.Affandi Ismail (Ketua PB HMI MPO) dengan moderator Aminudin (alumni 212).

Selain itu acara yang digelar sehari sebelum acara Reuni Akbar 212, juga dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional, seperti Amin Rais, Rizal Ramli, Silviana Murni, Leus Sungkarisma, Eda Nety, Suryati, Daud Poliraja, Muslim Arbi, dll.

Acara tersebut juga sekaligus untuk mencari titik temu terkait presidensial threshold atau ambang batas pencalonan persiden yang dinilai banyak kalangan saat ini, lebih banyak menguntungkan kepentingan oligarkhi dan mencederai demokrasi yang  berpihak demi kepentingan rakyat.

Seharusnya ambang batas untuk kepemimpinan nasional dibuka seluas-luasnya bagi anak bangsa yang dinilai memiliki kapasitas terbaik untuk memimpin negeri ini. Selain itu ambang batas yang ada saat ini, belum mengakomodir kepentingan calon-calon pemimpin dari perwakilan di daerah.

(Mahdi/pp)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nuanu Creative City Soroti Peran Seniman Perempuan dalam Ekosistem Kreatif

Sebagai sebuah ekosistem kreatif yang mempertemukan seni, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin,  Nuanu Creative City  terus menghadirkan ...